Profil Penulis

Nama Saya Sunarto. Lahir di Prambanan, Sleman Yogjakarta pada tahun  1972. saat ini saya mengabdikan diri pada dunia pendidikan dengan memberikan banyak bimbingan dan fasilitasi tentang active learning yang dikelola oleh DBE 2 USAID. Sebelumnya saya banyak berkecimpung di dunia PAKEM (pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) bekerja sama dengan UNICEF. Sebagai media berbagi pengalaman maka dengan ini saya ciptakan blog sebagai sarana komunikasi dengan teman-teman praktisi pendidikan. Blog ini menyediakan informasi dunia belajar mengajar mulai dari Perencanaan, pembuatan alat peraga, alat evaluasi dan berbagai kebutuhan informasi guru yang diinginkan. Oleh karena itu penulis mengucapkan banyak terima kasih jika para pembaca semua mau meluangkan waktu untuk melihat, mengapresiasi untuk kemudian dapat memberikan masukan terhadap blog ini sehingga berbagai informasi dapat di bagi kepada semua guru yang membutuhkannya.

Silabus dan RPP SD

Teman-teman yang saya hormati,

Hari ini tentu anda membutuhkan contoh-contoh RPP dalam format KTSP. Anda dapat memperolehnya di sini. Klik http://heruharnadi.wordpress.com/2008/08/30/kumpulan-silabus-dan-rpp-sdmi/ pasti anda akan mendapatkannya.

selamat menikmati

Mesin Uap Sederhana

Masih ingat dengan artikel Alat Peraga Murah “Replika Mesin Uap”? Nah kali ini kami menghadirkan video penggunaan alat peraga tersebut di dalam proses pembelajaran. Video ini bertujuan untuk mempermudah guru dalam menggunakan alat peraga ini di kelas. Selamat menyaksikan! Download Video (13.9 MB)

Menjadi Fasilitator Idola

 

 

 

Untuk Menjadi fasilitator yang baik dan diidolakan oleh para peserta pelatihan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai berikut:

 

A.    PENAMPILAN

  1. Percaya Diri

Percaya diri merupakan hal pertama yang harus dimiliki oleh seorang fasilitator. Fasilitator yang kurang memiliki rasa percaya diri akan banyak menghadapi kendala ketika menyajikan materi dihadapan para peserta.  Hal-hal yang mungkin terjadi jika fasilitator tidak memiliki rasa percaya diri yang kuat, antara lain: (1) Lupa mengungkapkan kata-kata yang harus disampaikan, padahal sudah direncanakan dengan baik, (2)  Materi yang disampaikan lebih cepat selesai dari yang direncanakan, padahal waktu masih lama, (3) menjadi kurang jernih dalam menanggapi permasalahan yang muncul dalam pelatihan, (4) Peserta akan meremehkan fasilitator, (5) materi yang disampaikan menjadi tidak sistematis, (6) sering mengalami teknik error, seperti: LCD tak jalan, materi yang ada dicari tidak ketemu, lembar kerja tidak sesuai dengan tugas yang disampaikan dsb.

Fasilitator pemula biasanya masih banyak mengalami grogi atau kurang percaya diri. Rasa kurang percaya diri sebenarnya lebih banyak disebabkan oleh prasangka-prasangka negatif yang muncul dari dalam diri si fasilitator sendiri.  Fasilitator sering merasa bahwa pesertanya lebih pinter, lebih pengalaman, lebih senior dan sebagainya. Fasilitator merasa semua orang memandang dengan tajam semua gerak-geriknya bagaikan akan melumat habis fasilitator yang berdiri seorang diri di depan.

Rasa kurang PD juga bisa disebabkan karena kurang menguasai materi. Materi merupakan menu utama bagi fasilitator yang akan disajikan kepada para peserta. Jika menu utama yang disajikan tidak terkuasai dengan baik, maka akan dihidangkan menu yang ala kadarnya. Sehingga wajar kalau ”penikmat” akan merasakan hambar kemudian mencela karena merasakan tidak enak. Ketika muncul komentar  yang kurang enak, maka akan mempengaruhi mental seorang fasilitator.

Fasilitator yang  masih muda dan kebetulan mempunyai posisi kedinasan yang masih rendah juga merasakan beban mental tersendiri. Misalnya seorang guru harus memfasilitasi pada forum Kepala Sekolah ataupun pengawas sekolah. Dalam kedinasan keseharian beliau-beliau adalah sebagai atasannya, namun pada saat fasilitasi dia harus bisa meyakinkan dan mempengaruhi para atasnnya tersebut.

Untuk mengatasi permasalahan kurang PD tersebut, ada beberapa tips sebagai berikut:

a.       Datanglah lebih awal sebelum peserta lengkap di ruangan. Lebih baik anda yang menatap wajah-wajah peserta saat memasuki ruangan dari pada anda yang ditatap oleh semua orang saat anda hadir belakangan. Ini akan sangat mempengaruhi mental anda sebagai fasilitator. Anda secara mental akan sudah menang satu point.

b.      Kenalilah beberapa peserta secara baik. Ini dapat anda lakukan sesaat sebelum sesi anda dimulai. Ngobrollah dengan mereka tentang apa saja secara akrab. Ingatlah nama-namanya. Ketika tiba saatnya sesi anda, nama-nama tersebut bisa digunakan sebagai contoh dalam menjelaskan beberapa hal sekaligus sebagai orang yang ”menemani anda” saat berdiri di hadapan peserta lainnya. 

c.       Jangan sekali-kali menggunakan kata pengantar: ”Saya hadir di hadapan bapak ibu semua hanya dipaksa oleh panitia untuk menyajikan materi tersebut. Saya kurang kemampuannya. Nanti kalau bertanya jangan yang sulit-sulit. Saya hanya mewakili si A dan sebagainya. Kata-kata tersebut hanya akan membuat anda menjadi diremehkan oleh peserta. Kalau peserta meremehkan anda, pasti akan muncul sikap-sikap peserta yang membuat mental anda akan menurun, seperti: tidak memperhatikan, memberikan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat men-tes, tidak responsip dan sebagainya.

d.      Persiapkan 3 M (materi, metode, dan Media) dengan baik. Persiapan yang baik akan sangat menentukan keberhasilan pelatihan. Upayakan materi dapat dikuasai dengan baik, bahkan jika memungkinkan tambahlah pengayaan-pengayaan lainnya yang berhubungan dengan materi yang akan disajikan. Gunakan juga berbagai metode penyajian yang menarik dan berfariasi. Gunakan juga media yang ada dengan sebaik-baiknya, mulai dari OHP/ LCD, papan tulis, dan pengeras suara.

e.       Sebelum memulai sesi ada baiknya melakukan relaksasi dengan cara mengambil nafas dalam-dalam dan dihembuskan perlahan-lahan secara berulang-ulang.

f.       Upayakan mengucapkan kata-kata tidak terlalu cepat. Semakin cepat kata-kata yang kita sampaikan selain kurang bisa dipahami, sebenarnya menunjukkan ketidaktenangan kita dalam berbicara. Kata-kata yang meluncur menjadi sulit dikendalikan dan tidak terarah dengan baik.

g.      Manfaatkan peserta yang pandai untuk membantu presensi anda dan jangan anggap mereka adalah orang-orang yang justru akan menghambat anda.

h.      Ada baiknya malam sebelum menyajikan materi kita berdo’a terlebih dahulu kepada Tuhan agar segala yang dilakukan keesokan harinya dapat berjalan sesuai dengan harapan dan memuaskan semua pihak. Baca lebih lanjut

Alat Peraga Pembelajaran? : Apakah sulit dan mahal?

 

APS konveksi udara

APS konveksi udara

 

 

 

Sebuah pertanyaan yang terdapat pada benak fikiran para Guru di SD/MI Gugus Ki Hajar Dewantoro Wonosalam Demak terjawab sudah.

Jawaban dari pertanyaan itu terjadi ketika para guru dan Kepala Sekolah SD/MI Gugus Ki Hajar Dewantoro Wonosalam Demak melaksanakan kegiatan Pelatihan KKKS dan KKG pembelajaran aktif Bahasa Indonesia pada tanggal 02 s/d 04 Juni 2008 bertempat di SDN Kendaldoyong 2 Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak.

            Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari itu, selain diisi dengan materi-materi yang berkaitan dengan Pelatihan Pembalajaran Aktif Bahasa Indonesia juga diisi dengan kegiatan lomba kreativitas pembuatan alat peraga murah Bahasa Indonesia. Tujuan diadakan lomba ini adalah untuk memotivasi para Guru dan memacu para guru dalam membuat alat peraga pembelajaran khususnya Bahasa Indonesia. Hal ini terjadi karena selama ini para guru SD/MI di Gugus Ki Hajar Dewantoro Wonosalam Demak merasa masih kesulitan dalam membuat alat peraga pembelajaran bahasa Indonesia. Para guru merasa membuat alat peraga itu sulit kalau membeli harganya mahal.

            Namun tanpa disadari dampak positif para peserta pelatihan pembelajaran aktif Bahasa Indonesia selama 3 hari yang disisipi dengan kegiatan lomba kreativitas pembuatan APM bahasa Indonesia mampu menjawab pertanyaan dan kegundahan para guru yang selama ini menganggap alat peraga bahasa Indonesia itu sulit dan mahal. Mereka sudah menemukan jawaban bahwa alat peraga pembelajaran bahasa Indonesia ternyata mudah dan murah.

            Pada hari terakhir kegiatan KKKS dan KKG pelatihan aktif pembelajaran Bahasa Indonesia itu dilangsungkan penilaian yang dilakukan oleh peserta sendiri, dengan tidak menilai Stand sekolahnya.

 Akhirnya terpilih dalam lomba itu sebagai juara I adalah SD Kendaldoyong 2, juara II adalah MI Miftahussalam 2 Wonosalam dan juara III diperoleh MI Miftahul Ulum Jogoloyo.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

Halo dunia!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.